PENGUATAN PERAN KADER POSYANDU DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI GIZI IBU DAN ANAK DI KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU
DOI:
https://doi.org/10.2448/jipem.v4i1.132Keywords:
Pencegahan Stunting, Kader Posyandu, Edukasi GiziAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu, yang mengancam kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan memiliki peran strategis, namun seringkali kapasitas mereka dalam memberikan edukasi gizi yang efektif masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran dan meningkatkan kapasitas 25 kader Posyandu di Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu, dalam upaya pencegahan stunting melalui program edukasi gizi yang terstruktur. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatif (PAR) dengan pendekatan pre-test dan post-test, yang melibatkan serangkaian kegiatan berupa pelatihan interaktif, simulasi konseling, dan pendampingan lapangan. Hasil utama menunjukkan peningkatan pengetahuan kader yang signifikan, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 55,4 meningkat menjadi 88,2 pada post-test. Terjadi peningkatan pemahaman pada semua materi kunci, termasuk konsep dasar stunting (peningkatan 95%), pentingnya gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan keterampilan konseling dan penggunaan media edukasi oleh kader saat pelayanan Posyandu. Kesimpulannya, program penguatan kapasitas yang partisipatif dan berkelanjutan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, yang merupakan kunci untuk mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai pusat edukasi dan pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aulia Rahmadani, Intan Syahputri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


