ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA SISTEM PEMILU MAJORITARIAN DI INGGRIS DAN SISTEM PEMILU CAMPURAN DI INDONESIA DALAM MENJAGA STABILITAS KOALISI
DOI:
https://doi.org/10.1903/jihk.v2i1.19Keywords:
ANALISIS, PEMILU, INDONESIA, INTERNASIONAL, HUKUMAbstract
Penelitian ini menganalisis perbandingan antara sistem pemilu majoritarian yang diterapkan di Inggris dan sistem pemilu campuran yang digunakan di Indonesia dalam konteks kemampuannya menjaga stabilitas koalisi pemerintahan. Melalui pendekatan komparatif, studi ini menyelidiki bagaimana karakteristik masing-masing sistem memberikan implikasi berbeda terhadap pembentukan, dinamika, dan keberlanjutan koalisi politik. Sistem majoritarian di Inggris dengan prinsip first-past-the-post cenderung menghasilkan sistem dua partai dominan yang berpengaruh pada terciptanya pemerintahan satu partai yang lebih stabil. Sementara itu, sistem campuran di Indonesia yang menggabungkan elemen proporsional dan presidential threshold menghasilkan sistem multipartai yang mendorong pembentukan koalisi luas namun seringkali lebih rapuh. Penelitian ini menemukan bahwa meskipun sistem majoritarian menawarkan stabilitas koalisi yang lebih tinggi, sistem tersebut menghadapi kritik terkait keterwakilan politik yang kurang proporsional. Di sisi lain, sistem campuran di Indonesia menawarkan keterwakilan yang lebih luas namun dengan konsekuensi dinamika koalisi yang lebih kompleks dan cenderung pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing sistem memiliki trade-off antara stabilitas pemerintahan dan keterwakilan politik, dengan implikasi penting bagi desain kelembagaan demokrasi kontemporer.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nadya Aprilia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




